wisata alam

Feb19

Sawah sawarna dan lahan sawah sawarna
Lahan Sawah di pantai sawarna atau lahan sawah sawarna desa sawarna banten indonesia.Lahan Pesawahan sawarna terbagi diberbagai wilayah atau blok didesa sawarna, pesawahan disawarna 85% adalah sawah berbentuk dengan sistem irigasi,jadi petani dapat mengolah sawah 3 kali dalam setahun.

Pesawahan sawarna adalah sawah milik masyarakat mutlak dan termasuk tanah adat, dengan luas dan banyaknya sawah didesa sawarna, maka diharapkan tidak terjadi kekurangan bahan pokok pangan dan sebagainya.
Pengembangan sawah dan penanggulangan pembangunanpun harus segera dilakukan mengingat desa sawarna adalah desa tujuan wisata, dimana lahan akan semakin sempit dan harga tanah akan mahal melonjak tinggi.hal ini akan berdampak negatif pada perkembangan ekosistem pesawahan yang ada disawarna, mengingat pembuatan villa, homestay, dan penginapan sawarna yang semakin merebak ditengah meningkatnya turis atau wisatawan yang datang kesawarna.
Tanah sawarna merupakan tanah yang subur dan berkualitas tinggi, mengingat letak desa sawarna berada didaerah pesisir pantai selatan banten. curah hujan yang tinggi membawa berkah pada lingkungan dan alam yang ada didesa sawarna, hal ini sering dimanfaatkan oleh para petani untuk menananm pohon kayu, atau tanda dimulainya penggarapan sawah irigasi atau khususnya sawah tadah hujan sawarna.
Hasil panen yang baik dan melimpah akan dirayakan dengan acara Ngala Pare atau Panen Raya sawarna satahun sakali(dilaksanakan setahun sekali).

Feb19

SUNGAI SAWARNA / SUNGAI CISAWARNA BANTEN INDONESIA
Sungai Sawarna ini mengalir dari hulu melewati beberapa desa dan kelurahan, sungai ini melewati 3 kecamatan, dengan hulu sungai berada dibawah kaki gunung halimun salak tepatnya kecamatan Cibeber banten selatan indonesia.Sungai ini membelah desa sawarna dan bermuara dipantai sawarna, tepatnya pantai pasir putih sawarna.

Sungai sawarna sangat jernih dan biru belum tercemar oleh limbah dan kotoran lainnya.sungai sawarnapun dapat dijadikan rafting atau olahraga wisata arung jeram jika pada musim penghujan datang.

Jika musim hujan dengan intensitas curah hujan tinggi, maka sungai cisawarna akan keruh dan besar, kesempatan ini bisa dijadikan olahraga rafting arung jeram sawarna, sungai cisawarna memiliki batuan-batuan cadas dan kapur yang sangat besar dan terjal.arus deras dan gelombang tinggi dapat menantang adrenalin kita untuk uji nyali.beberapa tempat dan gambar yang dapat kami dokumentasikan dari team lapangan pariwisatasawarna.com, disinilah tempat kita memulai wisata arung jeram disungai cisawarna atau sungai sawarna.

tepatnya kampung bakan loa sawarna, untuk sampai ketempat ini bisa melewati kampung bakan mede, diujung sebelah kanan ada turunan gang masuk kampung bakan loa, jaraknya sekitar 400 meter kedalam dari jalan Raya-Bayah Sawarna, dapat dilalui dengan motor atau mobil avanza atau xenia bukan mobil sport, karena jalannya masih coral belum diaspal. selamat mencoba,,
info center :pariwisatasawarna.com
kontak :0812 8175 0021

Feb14

PERKAMPUNGAN SANGKO SAWARNA SEBAGAI OBJEK WISATA ALAM BANTEN SELATAN INDONESIA
Perkampungan Sangko sawarna menjadi objek wisata sejarah desa sawarna.

Kampung sangko berada didalam wilayah desa sawarna, kecamatan bayah,kabupaten lebak,provinsi banten ini berada disebelah utara dari pantai pasir putih sawarna.Sangko Sawarna merupakan nama sebuah kampung yang berada sebelah utara pantai sawarna atau berada diantara kampung Cihasem dan cibeas, sangko merupakan saksi sejarah jaman penjajahan jepang dan belanda yang memperkejakan kerja paksa atau romusa.disini ada tempat yang dijadikan penimbunan harta karun atau emas, tepatnya di Goa Siluman, banyak yang tidak diketahui keberadaannya, mengingat tempat ini jarang dikunjungi dan angker, tempat ini juga banyak menyimpan kekayaan bumi lainnya seperti batu bara, tambang dan yang lainnya. penduduk sangko berprofesi sebagai petani dan penambang batu baru liar sejak dibukanya pertambangan batu bara tahun 2000 an oleh masyarakat lokal.sampai saat ini sangko terus menghasilkan batu bara yang jumlahnya berratus ratus kubik atau ribu yang diangkut keluar daerah, tapi sayang sekali pemanfaatan sumber daya alam ini tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan baik dan benar oleh pemerintah setempat, sehingga terjadi kerusakan ekosistem alam yang besar-besaran, selain itu juga banyak korban berjatuhan tertimbun longsor galian, karena penambang tidak dibekali alat keselamatan yang lengkap dan benar.

Masyarakat Perkampungan sangko sawarna setempat hanya jadi tukang gali kuli atau pikul, maka hal ini tidak sebanding dengan para usahawan luar yang dengan mudahnya dan seenaknya mengeruk kekayaan dari desa sawarna tanpa memikirkan resiko dan akibat kerusakan alam yang disebabkan oleh galian dan penambangan liar ini.hal inti tentu sangat membuat kami khawatir dan prihatin untuk kelangsungan perkembangan masa depan kemajuan desa sawarna.mengingat sangko berada disebelah utara objek pantai sawarna, jika sangko gundul atau rusak alamnya, maka sesuatu hal yang tidak mungkin terjadi banjir, erosi, longsor dan sebagainya.karena dibawah pegunungan atau perkampungan sangko ini adalah pesawahan cihaseum, tumenggung, cisujen dengan rata-rata hampir seluruhnya merupakan pesawahan irigasi yang dialiri air dari pegunungan curug cisujen dan ciwedus atau taneuh keusik (pegunungan sangko), maka apabila hutan dihulunya gundul atau erosi, sudah pasti akan terjadi banjir dan erosi kedataran yang lebih rendah, maka sudah dapat kita bayangkan kerugian yang akan kita rasakan berapa jumlahnya, mengingat sawah merupakan sumber penghasilan pokok warga desa sawarna.oleh sebab itu kita berharap semoga ada tindakan cepat dan penanganan yang efektif sebelum kerusakan besar ini terjadi.

Untuk menuju ke kampung sangko sawarna,dari Jalan Raya Sawarna Bayah, tepatnya kampung cihaseum pojok impres, kita dapat melalui jalan impres sebelah kiri 20 meter sebelum jalan menuju jalan tanjung layar atau lapangan sepak bola kontrak cihaseum, lapangan yang dijadikan area parkir mobil wisatawan.lama perjalanan menuju kampung sangko, dari jalan raya sekitar 2 km.

Feb14

Disebut Gunung Kembang karena hutan ini memiliki banyak kembang (bunga) disekitar aliran sungai dan pedalaman hutan ini, dahulu tempat ini merupakan tempat yang angker dan wangsit menurut mitos dan kepercayaan tokoh atau sesepuh warga setempat.diceritakan tempat ini memiliki cerita yang sulit diterima oleh akal sehat atau logika, menurut cerita yang berkembang dari jaman dahulu, tempat ini adalah tempat orang sakti atau tempat manusia yang hidup didua alam.tempat ini berada sebelah barat pantai pasir putih sawarna,tepatnya setelah tanjakan Cariang sampai kepantai Pulo manuk.
Tempat ini ditumbuhi pohon-pohon kiara raksasa yang hidup ratusan tahun atau ribuan tahun lamanya.ditengah-tengah hutan gunung kembang ini kita akan menemukan jalan yang mudun dan langsung nanjak, atau warga setempat menyebut dengan nama cipanawang atau cipamadangan, jika dilihat dengan kasat mata, hutan ini hutan yang lebat dan rimbun gelap dengan segala macam kayu, tumbuhan dan pohon besarnya yang sangat banyak.tapi berbeda dengan anggapan orang-orang baduy(baduy dalam), mereka menganggap bahwa hutan ini adalah kebun mereka yang penuh dengan pohon aren, palawija, atau tumbuhan kebun lainnya.dsini juga terdapat tempat pemujaan atau pesugihan padjajaran yang lebih dikenal dengan nama Lawang Saketeng, konon menurut cerita warga setempat jika ingin kaya mendadak atau sugih maka kita bisa datang ketempat ini dan meminta dengan syarat tumbal atau sesajen lainnya (wallahualam).tempat ini berada tepat disebelah pantai pulo manuk atau sekitar 200 meter kehulu dari jembatan pulo manuk menyusuri sungai muara gunung madur atau 100 meter sebelah kanan sebelum tikungan menurun objek pintu masuk pantai pulo manuk.
Gunung kembang sampai saat ini masih terjaga dengan baik kelestraian dan keutuhan hutannya, jika kita menuju desa sawarna dari arah bayah, maka setelah jembatan pulo manuk kita akan melewati hutan yang lebat sepanjang 8 km kurang lebih, maka inilah yang disebut dengan gunung kembang menurut sebutan warga setempat.jika melewati tempat ini, kami sarankan untuk selalu eling dan berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Feb14

Pasir Gebang merupakan sebuah wilayah pegunungan batu kapur yang ural dan perkebunan warga, sebelum dikelola dan dimiliki oleh petani lokal, dahulu tempat ini merupakan hutan gambut dan padang rumput yang subur.setelah diijinkan oleh pemda setempat kepada para petani lokal atau warga desa sawarna untuk dikelola dan dimiliki hak guna, maka pegunungan ini pun berubah menjadi sebuah perkebunan jati dan mahoni yang rimbun dan hijau.ditempat ini juga kita akan menemukan perkampungan warga yang dikelilingi pesawahan dan perkebunan yang rimbun dan hijau, jumlah penduduk kampung pasir gebang sekitar 10 – 15 kepala keluarga dengan rata-rata berprofesi sebagai petani sawah dan ladang.jika kita ingin merasakan jalan sehat/ tracking alam sawarna desa sawarna atau pariwisata sawarna, maka hendaknya kita tracking kekampung pasir gebang.kampung ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki, bersepeda motor atau mobil offroad atau motor trail,karena jalannya yang masih berbatu dan terjal.
Untuk dapat masuk kekampung pasir gebang ini kita harus melewati kampung Selaawi, karena pintu gerbang kampung ini ada di kampung selaawi.